Bank BPR Pasti Jelek?

Apakah Anda merupakan salah satu nasabah di Bank BPR ? Lalu pernahkan Anda berpikir bagaimana jadinya jika Bank BPR ditutup? Amankah uang yang Anda simpan di BPR? Saat ini ada berbagai macam modus perbankan yang bermacam-macam, hal seperti inilah yang biasanya menyebabkan kebangkrutan maupun likuiditasi atau bahkan pencabutan izin bank terjadi kepada sebuah bank. Lalu bagaimana nasib dari uang kita yang telah kita tabungkan sebelumnya? Setiap orang pastinya mempunyai caranya masing-masing dalam hal menyimpan uang, meskipun saat ini zaman telah modern tapi tidak semua orang yang mau memilih jasa perbankan untuk menyimpan uang mereka, padahal sebenarnya menyimpan uang sendiri lebih berisiko tinggi, hal tersebut karena dapat mengundang kejahatan misalnya seperti pencurian, selain itu mungkin jika terjadi bencana alam, maka uang pun dapat kapan saja rusak atau malah menghilang.

Hal tersebut tentunya berbeda jauh dengan jasa perbankan, jika memilih menabung di Bank, jika kita lihat dari segi keamanan, maka tentu saja bisa lebih baik dan juga dapat dipertanggungjawabkan, sehingga Anda pun akan bisa merasa tenang karena uang mereka telah disimpan oleh lembaga yang dapat dipercaya serta telah memperoleh izin dan juga memiliki sekelompok badan pengawasan dalam pengelolaannya. Dan juga, jika nantinya bank yang juga merupakan tempat Anda untuk menabung bangkrut atau jika saja terjadi permasalahan, maka nantinya uang simpanan Anda masih akan tetap dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Apakah Anda tahu jika Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut telah menyatakan jika bank yang bermasalah pada sat ini ialah jenis Bank Pengkreditan Rakyat (BPR)? LPS pun telah melikuidasi sebanyak 75 BPR serta 1 Bank umum. Oleh karena itu, pencabutan izin perbankan pun telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang juga merupakan sebuah pemegang otoritas jas perbankan di tanah air.

Dengan adanya berbagai macam modus kejahatan perbankan dimulai dengan memberikan sebuah kredit fiktif jasa perbankan. Lalu kemudian bank yang bersangkutan pun serampangan dalam memberikan sebuah kredit yang mengakibatkan tingginya non perfoming loan atau yang disingkat NPL. Dan juga, masih ada banyak bank nakal yang akan menekan bunga simpanan dengan tinggi bahkan melebihi ketetapan jaminan LPS. Untuk saat ini, LPS telah menetapkan Bungan simpanan sejumlah maskimal 6,26 persen. Lalu bagaimanakah jadinya dengan nasabah yang sudah terlanjur mengikuti maupun menabung di BPR? Nah disinilah tugas dari LPS yang dimana mereka bertanggung jawab atas pengurusan aset serta penyelesaian kewajiban bank yang sedang dilikuidasi. Bedasarakan Undang-Undang yang telah ditentukan, LPS adalah suatu lembaga independen yang dimana lembaga ini berfungsi untuk menjamin simpanan nasabah penyimpan serta turut aktif dalam hal memelihara stabilitas system perbankan yang sesuai dengan kewenangannya.

Kini, seluruh bank yang sedang beroperasi di Indonesia telah menjadi peserta LPS, baik itu dari bank konvensional hingga bank syariah. Sehingga nantinya, jika terjadi kebangkrutan atau nantinya jika suatu bank izin usahanya dicabut, maka Anda tidak perlu khawatir lagi, hal tersebut karena LPS akan membantu para nasabah bank yang telah terkena likuiditasi untuk mengklaim simpanannya. Jadi, sebelum nantinya Anda bergabung ke dalam instansi keuangan perbankan, Anda harus mencari tahu terlebih dulu apa Bank tersebut telah terdaftar di LPS atau belaum. agar nantinya uang Anda akan tetap aman meskipun Bank tersebut nantinya bangkrut. Salah satu indikator Bank BPR yang berkembang bisa kunjungi https://foto.bisnis.com/view/20200626/1258387/bpr-intidana-sukses-makmur-hadir-di-kawasan-pantai-indah-kapuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *